Blog

18

Jul

2018

Gluten dan Autoimun

Posted by Dewina Sugianto
Gluten dan Autoimun image

Gluten. Ini bukanlah istilah yang asing bagi sebagian orang di dunia, namun masih kurang dikenal di antara masyarakat Indonesia. Gluten berasal dari bahasa Latin yang berarti lem, atau perekat. Gluten umum ditemukan pada produk pangan berbahan dasar gandum, rye dan oat, seperti roti, mi dan pasta. Gluten memegang peranan penting dalam elastisitas makanan, membuat roti menjadi mengembang dan menentukan tingkat kekenyalan. Dewasa ini, gluten tidak hanya ditemukan dalam makanan namun juga produk lainnya seperti shampoo dan pasta gigi, juga sebagai filler (pengisi) dalam suplemen kesehatan.

Perlu dipahami bahwa gluten yang kita konsumsi pada saat ini tidaklah sama dengan gluten yang dikonsumsi oleh nenek moyang kita. Karena untuk memproduksi makanan yang lebih empuk, para ilmuwan telah memodifikasi varietas gandum sehingga bentukan gluten pun menjadi termodifikasi. Para ilmuwan bahkan mengubah bentukan gluten sehingga dapat larut dalam cairan sehingga gluten kini terdapat pada produk-produk seperti shampoo yang sebelumnya bebas dari gluten. Ini artinya, kita tidak hanya mengkonsumsi gluten jenis baru, namun juga secara tidak sadar meningkatkan penggunaannya.

Seperti yang kita tahu bahwa makanan yang mengalami modifikasi genetik (GMO) dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan dan juga mempengaruhi sistem imun, sebagaimana 80% sistem imun manusia dipengaruhi oleh pencernaan. Konsumsi gluten dapat menciptakan situasi yang kondusif untuk merangsang terjadinya peradangan dan memicu onset atau flare penyakit-penyakit autoimun. Bahkan apabila anda tidak memiliki riwayat penyakit autoimun, konsumsi gluten juga telah terbukti berasosiasi dengan 55 jenis penyakit lainnya. dr. Amy Myers mengemukakan tiga alasan bagi penyandang autoimun untuk tidak mengkonsumsi gluten, yaitu:

1. Gluten membuat sistem pencernaan menjadi terganggu.

Gluten yang kita konsumsi dalam makanan akan diserap dalam usus halus dan merangsang produksi zonulin, yaitu senyawa yang merangsang dinding usus menjadi permeable. Kondisi ini dikenal sebagai kebocoran usus.

Sebagai ilustrasi, kita dapat mengibaratkan dinding usus sebagai filter yang membatasi partikel atau mikronutrisi yang dapat diserap oleh tubuh. Namun dikarenakan gluten merangsang pelepasan zonulin, maka partikel-partikel yang berukuran lebih besar seperti menjadi mampu melewati dinding usus dan diserap dalam darah. Partikel ini diantaranya adalah mikroba, racun, dan  zat makanan yang belum dicerna secara sempurna. Dan dikarenakan partikel-partikel tersebut tidak seharusnya diserap oleh tubuh, maka sistem imun akan teraktivasi dan kemudian menciptakan peradangan untuk mengenyahkan partikel-partikel tersebut.

Berdasarkan penelitian dari Dr. Alessio Fassano, kondisi ini kemudian berkembang menjadi tahap awal munculnya penyakit autoimun. Dan apabila seseorang telah didiagnosis memiliki penyakit autoimun, maka kondisi ini dapat memicu timbulnya flare (kekambuhan) atau bahkan tambahan penyakit autoimun lainnya.

2. Gluten dapat memicu inflamasi (peradangan).

Seperti yang telah dipahami bahwa autoimunitas adalah suatu kondisi dimana sistem imun menyerang diri sendiri, namun kondisi autoimunitas umumnya tidak terjadi secara instan. Penyimpangan sistem imun biasanya terbangun secara bertahap atau pelan-pelan, selama bertahun-tahun. Dr. Amy Myers menjelaskan dalam bukunya bahwa autoimunitas hanyalah spektrum yang didorong oleh adanya peradangan.

Peradangan adalah suatu cara alami tubuh kita untuk mengenyahkan patogen atau zat yang dianggap berbahaya, misalnya virus, bakteri, dan bahkan gluten itu sendiri. Namun apabila situasi ini terus berlanjut (yang juga dapat disebabkan karena konsumsi gluten berlebihan), maka terbentuklah peradangan kronis. Sistem imun tubuh kemudian mengalami stress, sehingga menjadi tidak tepat dalam pemberantasan patogen, atau menjadi salah sasaran. Hingga akhirnya, jaringan tubuh menjadimenjadi sasaran baru bagi sistem imun, dan akhirnya kita menjadi terkena penyakit autoimun.

3. Susunan Gluten menyerupai jaringan tubuh.

Hal lainnya yang juga menjadi pertimbangan adalah bahwa gluten memiliki susunan molekular yang mirip dengan beberapa ajaringan tubuh, terutama dengan thyroid. Hal ini menaikkan resiko serangan imun 'salah sasaran'. Umumnya, setiap penyandang autoimun yang menyerang thyroid (misalnya Hashimoto's Disease) cenderung lebih sensitif terhadap gluten.

 

Tingkat kepekaan pada setiap penyandang cukup bervariasi. Tentu saja, genetis memegang peranan penting dalam hal ini. Namun menurut estimasi, terdapat 1% dari total populasi mengalami Celiac Disease dan terdapat satu dari setiap 30 orang yang mengalami sensitivitas terhadap gluten. Akan tetapi, sensitivitas terhadap gluten umumnya tidak terdiagnosa dan manusia cenderung mengabaikan gejala yang timbul karenanya.

Cara terbaik untuk menghindari efek buruk dari gluten adalah dengan menghilangkannya dari menu makanan kita. Hal ini penting dilakukan terutama bagi yang memiliki kepekaan tinggi terhadap gluten. Terlebih lagi, antibodi yang menyerang gluten dapat bertahan dalam jangka waktu cukup lama yaitu hingga tiga bulan. Oleh karena itu, efek satu kali memakan gluten pada penyandang autoimun juga akan bertahan selama antibodi tersebut masih ada.

 

17

Jul

2018

Organik dan Lokal Sebagai Pencapaian Tertinggi Keberlanjutan

Posted by Dewina Sugianto
Organik dan Lokal Sebagai Pencapaian Tertinggi Keberlanjutan image

Kata lokal merujuk pada luasan atau batasan wilayah yang sedekat mungkin dengan subyek.

Bila dikaitkan dengan hasil produksi, maka merujuk pada hasil dari tempat produksi yang sedekat mungkin dengan subyek.  Mulai dari skala desa, dan bisa diperluas menjadi skala kota, komoditi tersebut tidak dihasilkan dalam skala desa. Dan dapat diperluas lagi menjadi tingkatan berikutnya yaitu propinsi atau negara bila komoditi yang dimaksud tidak juga dihasilkan di skala kota.

Misalnya, bila seseorang di Jakarta selatan membahas pada madu lokal, dan karena komoditi tersebut tidak diproduksi dalam skala kota maupun propinsi, maka terms madu lokal dapat merujuk pada madu manapun yang dihasilkan di pulau Jawa atau di negara Indonesia.


Dengan membeli dan mengkonsumsi produk lokal, kita turut membantu mengembangkan ekonomi di daerah kita sendiri, merangsang kreatifitas masyarakat, membantu para petani dan perajin untuk mencari nafkah dan juga membantu anak-anak mereka untuk tetap bersekolah.


Juga dengan membeli dan mengkonsumsi produk lokal, kita telah membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan melalui proses transportasi. Secara tidak langsung kita juga mencegah eksploitasi sumber daya alam, terutama yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. 

Penggunaan bahan bakar yang rendah mendukung terciptanya lingkungan dan habitat bagi semua makhluk hidup. Dengan jejak karbon rendah, maka kualitas udara yang kita hirup juga menjadi lebih baik.

Dengan membeli dan mengkonsumsi produk lokal, kita telah membantu bumi, sesama dan diri sendiri.

Terhitung sejak 2018, Komunitas Organik Indonesia bergabung dengan WWF Indonesia untuk mengkampanyekan pentingnya mengkonsumsi produk-produk lokal.


Kampanye ini adalah bagian dari gerakan Sustainable Consumption & Production - Thailand Indonesia Philippines (SCP - TIP). Selain edukasi, program Lokal Untuk Lokal juga memberikan akses bagi para konsumen dan produsen yang peduli pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Kampanye ini menitikberatkan pada 3 pilar, yaitu :

1. Utamakan sumber lokal. Bagi produsen, utamakan sumber lokal sebagai bahan dasar produksi. Sebagai konsumen, utamakan membeli produk lokal. Bukan hanya pengolahannya saja yang lokal, namun juga yang sumber bahan baku nya juga lokal.

2. Pilih produk yang bebas bahan sintetis dan GMO. Bahan-bahan tambahan sintetis pada produk tidak hanya memberikan dampak buruk bagi bagi lingkungan, namun juga bagi konsumen. Begitu juga hasil pertanian GMO. Efek samping ini mulai dari bersifat allergen (menimbulkan alergi dan iritasi) hingga menyebabkan kemandulan, teratogen (cacat janin), menyebabkan ketidakseimbangan hormon, bahkan bersifat karsinogen (menyebabkan kanker).

Apabila memungkinkan, prioritaskan produk organik karena organik adalah tahap terbaik pertanian berkelanjutan. Sebagaimana kita ketahui penggunaan bahan kimia dalam pertanian juga telah mencemari tanah, air dan udara serta telah memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia (Salah satu artikel rilisan IPB mengenai pestisida dapat dilihat disini). 

3. Minimalkan limbah. Limbah yang dimaksud bukan hanya limbah yang dihasilkan pada saat produksi namun juga limbah kemasan. Ketahui secara jelas bagaimana suatu barang diproduksi, dan pilih produk dengan kemasan yang ramah lingkungan. Prioritaskan yang menggunakan kemasan compostable (dapat dikomposkan) atau reusable (dapat dipergunakan kembali). Apabila tidak memungkinkan, pilih yang dapat di daur ulang (recycleable). Akan tetapi mengingat minimnya sarana dan prasarana daur ulang di Indonesia, maka jadikan ini pilihan terakhir. Usahakan untuk tidak menghasilkan limbah yang tidak dapat dikomposkan atau di daur ulang.

16

Jul

2018

Switching Energy! Berbagi Literasi bersama Yayasan KOI

Posted by Dewina Sugianto
Switching Energy! Berbagi Literasi bersama Yayasan KOI image

Dengan akses informasi yang tidak sebaik di perkotaan, sebagian besar anak-anak di daerah sentra produksi mendapatkan wawasan dari buku dan bahan bacaan lainnya. Akan tetapi, mereka cenderung mengalami kekurangan literasi ini. Di sisi lain, jumlah literasi sangat melimpah di kota besar namun tidak termanfaatkan dengan baik.

Sebaliknya, akses terhadap produk sehat dan ramah lingkungan lebih mudah didapatkan di perdesaan dibanding di kota besar. Akan tetapi, kelimpahan ini tidak disertai dengan kemampuan pemasaran yang baik.

Melalui Switching Energy, Yayasan Komunitas Organik Indonesia (YKOI) mencoba menyeimbangkan kedua hal tersebut dengan menjembatani kebutuhan masing-masing daerah, YKOI mengumpulkan kelimpahan literasi dari perkotaan dan menyalurkannya ke perdesaan di daerah sentra produksi. Dan membantu para petani serta perajin produk sehat dan ramah lingkungan untuk dapat memasarkan produknya ke kota-kota besar.

Buku buku bekas yang masih layak namun tidak lagi anda manfaatkan dapat disalurkan melalui kami, Yayasan Komunitas Organik Indonesia (YKOI) dengan mengirimkannya ke :
HQ Komunitas Organik Indonesia
Rukan Permata Senayan A16
Jl. Tentara Pelajar, Kebayoran Lama
Jakarta Selatan 12210

CP : Tiffany Witha (0816.132.0020)

Berikut adalah sebagian dokumentasi kegiatan YKOI yang telah berlangsung 

Switching Energy - SD BOPKRI

Switching Energy - Taman Baca

Switching Energy - Singkong

Switching Energy - PAUD Getas

Switching Energy - Buddha

Switching Energy - Gula Semut

14

Jul

2018

SAVE THE DATE! For Sustainable Foods Summit 2018

Posted by Dewina Sugianto
SAVE THE DATE! For Sustainable Foods Summit 2018 image

Sustainable Foods Summit Returns to Singapore
The 2nd Asia-Pacific edition of the Sustainable Foods Summit will take place in Singapore on 4-5th September. The executive summit will tackle some of the pressing sustainability issues in the regional food industry.

Session 1: Sustainability Update
- Eco-labels: update & outlook
- Improving food security  
- Urban farming for sustainble cities
- Measuring impacts of foods
- Addressing water footprints
- Sustainability: MNC case study 

Session 2: Advances in Food Ingredients
- Blockchain for traceability
- Novel sources of proteins
- Ingredients from side streams
- Biodiversity impacts
- Innovating with new ingredients
- Future projections 

Session 3: Marketing Developments
- Community supported agriculture
- Retailing to the vegan lifestyle
- Marketing plant-based products
- Sustainability in foodservice 
- Retailers' perspectives 
- Consumer behaviour

Session 4: Sustainability in Packaging
- Impacts of packaging waste
- Measuring packaging footprints 
- Sustainable material developments
- Advances in eco-design approach
- Green packaging innovations
- Raising adoption rates

Who should attend? 
The Sustainable Foods Summit is devised for key stake-holders in the food industry, including:
- Food manufacturers
- Raw material & ingredient companies
- Retailers & distributors
- Packaging companies
- Industry organisations
- Certification & inspection agencies
- Academics, researchers & consultants
- Other stake-holders

Click here to get the detailed summit agenda

Sponsorship & exhibition
Senior executives from the regional food industry will be participating, enabling sponsors to target key decision-makers. A number of sponsorship / exhibitor opportunities are available. More details are on the web page

Registration
Special rates are available to small firms, NGOs, group bookings and academics.
For immediate attention, please contact ;

Alexia Roy at +44 20 8567 0788 
or email: services@ecoviaint.com

http://sustainablefoodssummit.com/asia/

SPONSOR SFS 2018

13

Jul

2018

White Flower Label Curation Program

Posted by Dewina Sugianto
White Flower Label Curation Program image

White Flower Label adalah program kurasi yang disusun oleh Komunitas Organik Indonesia dan dikelola oleh Board of Consultancy dan Advisory (BoCA).

Kurasi WFL bertujuan melindungi konsumen dari klaim palsu yang biasa dilakukan produsen, yang menyertakan kata "organik", "alami", "sehat" dan "ramah lingkungan" untuk sekedar menarik minat pasar padahal produk yang dijual tidak memiliki kriteria tersebut. Tindakan 'false advertising' atau 'greenwashing' ini umum terjadi di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Kurasi WFL dilakukan per produk. Artinya, dalam satu produsen bisa saja hanya sebagian produknya yang lolos kurasi akan tetapi produk lainnya tidak.

Dalam kurasi WFL, suatu produk dapat dikategorikan sebagai "Organic" atau Organik, yaitu untuk produk mentah yang benar memiliki sertifikasi organik dan diverifikasi kembali keabsahan praktek pertanian organiknya. Untuk produk yang tidak memiliki sertifikasi maka dapat diperkenalkan sebagai produk bebas pertisida (pesticide free), bebas bahan kimia (chemical free farming), hasil pertanian berkelanjutan (sustainable farming) atau 'organic practice'.

Produk-produk yang memiliki kriteria "Healthy" atau Sehat yaitu produk olahan yang pada proses pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Untuk kriteria ini, terbagi menjadi dua subkategori yaitu kurasi produk makanan dan kurasi produk perawatan kulit (skincare).

Untuk produk olahan makanan, tidak boleh menggunakan bahan tambahan artifisial dan bukan berasal dari tanaman GMO (Genetically Modified Organism). Secara umum, bahan tambahan yang dimaksud adalah 4P yaitu :

  • Pemanis buatan
  • Pengawet sintetis
  • Perasa sintetis
  • Pewarna sintetis

Selain itu, ada beberapa bahan lain yang tidak diperkenankan, yaitu :
Forbidden List - Food Criteria

Sedangkan untuk kriteria skincare, bahan-bahan yang dilarang lebih kompleks. Dan jenis bahan-bahan ini akan terus diperbaharui setiap waktu. Untuk kurasi yang berlaku saat ini adalah :

Forbidden List - Skincare v 9106

Kriteria terakhir adalah "Green" atau Ramah Lingkungan. Kriteria ini diberikan untuk barang-barang non-konsumsi yang dibuat menggunakan bahan baku ramah lingkungan, dengan proses yang ramah lingkungan dan juga untuk kemasan yang ramah lingkungan. Beberapa contoh produk yang masuk kategori ini adalah kriya kain dengan pewarna alam, kantong belanja non-plastik (misalnya terbuat dari singkong atau jagung) dan peralatan lain yang terbuat dari material yang dapat dikomposkan.

Sementara ini, belum terdapat list produk yang dipublikasi terkait dengan kurasi WFL. Status suatu produk dapat ditanyakan kepada kami. Kami telah memberikan plakat WFL kepada produsen yang produknya telah lolos kurasi, hal ini dapat ditanyakan kepada produsen terkait. Plakat WFL yang asli memiliki pola garis-garis hitam putih dengan logo WFL berwarna emas di sebelah kiri atas.

Semua produk yang dijual di Organik.id dipastikan telah lolos kurasi WFL.

17

Nov

2017

Sustainable Foods Summit | New Horizons for Eco-Labels and Sustainability

Sustainable Foods Summit | New Horizons for Eco-Labels and Sustainability image

For the first time in Asia, an executive summit will focus on eco-labels and sustainability in the food industry. Hosted in Singapore on 28-29th November, the premier Asia-Pacific edition of the Sustainable Foods Summit will feature health and wellness trends, sustainable agriculture, retailing and marketing best-practices, organic market potential, plant-based proteins, developing local markets, adding social value, clean label developments.

What developments are occurring in the Asian organic food market? What are the lessons from industry pioneers? With supply falling short in other regions, what are the opportunities in the global arena? What are the environmental, social, and health risks of food fraud? Such questions will be addressed in a high-level forum.

AGENDA

DAY ONE: Tuesday, 28 November 2017
Conference sessions on Sustainability Developments and Organic Market Potential

DAY TWO: Wednesday, 29 November 2017
Conference sessions on Health Impacts and Ingredients for Sustainability

Organised by Ecovia Intelligence, the Sustainable Foods Summit is a climate-neutral event. The carbon footprint of the summit will be determined by calculating the carbon and greenhouses gases.

More info on : http://sustainablefoodssummit.com/asia/
Email              : info@sustainablefoodssummit.com
Tel.                   : (44) 20 8567 0788

6

Apr

2017

The Community Behind Organik.id

Posted by organik.id
The Community Behind Organik.id image

Organik.id is a community based e-commerce, managed by Komunitas Organik Indonesia (KOI) – Organic Community of Indonesia

KOI is built as the concern about Indonesian people quality of life. From what they eat, what they do and what they feel.

Founded in 2008 with the name CIQHaL: Community of Indonesia’s Quality & Healthy Living, Komunitas Organik Indonesia now has grown to be the largest organic community in Indonesia.This community emphasizing in organic as a way of living, not only food nor other consumer goods. It involves in every aspect in life. Organic Heart, Organic Mind.

Now with their own capacity, KOI gathers all farmers, producers, activists, consumers and fans of Organic, Green and Healthy Living in Indonesia. Together we are building a better Indonesia and a better world.



Indonesia as a better place with good quality and healthy living standard for every people.

  • Gather all Indonesian people who concern about Organic, Green & Healthy Living
  • Educate people to improve their life with good quality and healthy living standard
  • Provide Organic, Green & Healthy products and services to Indonesian people, and to the world,
  • Share Indonesia's natures gift for every people.




1) 4P Platform: People, Planet, Profit & Patriotic

People: Promote small producer’s wealthy, healthiness of consumers & educate every people

Planet: Preserve environment & defending biodiversity

Profit: Sustainability of enterprise / cooperative as basic foundation

Patriotic: Prioritizing national creations & products

2. OGH Products & Services

ORGANIC, an organic & naturally produced food and other consumer goods

GREEN, environmental friendly & preserving nature

HEALTHY, promoting healthiness of consumers and environment as well

for more information, go to :
www.komunitasorganikindonesia.org