Blog

17

Jul

2018

Organik dan Lokal Sebagai Pencapaian Tertinggi Keberlanjutan

Posted by Dewina Sugianto
Organik dan Lokal Sebagai Pencapaian Tertinggi Keberlanjutan image

Kata lokal merujuk pada luasan atau batasan wilayah yang sedekat mungkin dengan subyek.

Bila dikaitkan dengan hasil produksi, maka merujuk pada hasil dari tempat produksi yang sedekat mungkin dengan subyek.  Mulai dari skala desa, dan bisa diperluas menjadi skala kota, komoditi tersebut tidak dihasilkan dalam skala desa. Dan dapat diperluas lagi menjadi tingkatan berikutnya yaitu propinsi atau negara bila komoditi yang dimaksud tidak juga dihasilkan di skala kota.

Misalnya, bila seseorang di Jakarta selatan membahas pada madu lokal, dan karena komoditi tersebut tidak diproduksi dalam skala kota maupun propinsi, maka terms madu lokal dapat merujuk pada madu manapun yang dihasilkan di pulau Jawa atau di negara Indonesia.


Dengan membeli dan mengkonsumsi produk lokal, kita turut membantu mengembangkan ekonomi di daerah kita sendiri, merangsang kreatifitas masyarakat, membantu para petani dan perajin untuk mencari nafkah dan juga membantu anak-anak mereka untuk tetap bersekolah.


Juga dengan membeli dan mengkonsumsi produk lokal, kita telah membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan melalui proses transportasi. Secara tidak langsung kita juga mencegah eksploitasi sumber daya alam, terutama yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. 

Penggunaan bahan bakar yang rendah mendukung terciptanya lingkungan dan habitat bagi semua makhluk hidup. Dengan jejak karbon rendah, maka kualitas udara yang kita hirup juga menjadi lebih baik.

Dengan membeli dan mengkonsumsi produk lokal, kita telah membantu bumi, sesama dan diri sendiri.

Terhitung sejak 2018, Komunitas Organik Indonesia bergabung dengan WWF Indonesia untuk mengkampanyekan pentingnya mengkonsumsi produk-produk lokal.


Kampanye ini adalah bagian dari gerakan Sustainable Consumption & Production - Thailand Indonesia Philippines (SCP - TIP). Selain edukasi, program Lokal Untuk Lokal juga memberikan akses bagi para konsumen dan produsen yang peduli pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Kampanye ini menitikberatkan pada 3 pilar, yaitu :

1. Utamakan sumber lokal. Bagi produsen, utamakan sumber lokal sebagai bahan dasar produksi. Sebagai konsumen, utamakan membeli produk lokal. Bukan hanya pengolahannya saja yang lokal, namun juga yang sumber bahan baku nya juga lokal.

2. Pilih produk yang bebas bahan sintetis dan GMO. Bahan-bahan tambahan sintetis pada produk tidak hanya memberikan dampak buruk bagi bagi lingkungan, namun juga bagi konsumen. Begitu juga hasil pertanian GMO. Efek samping ini mulai dari bersifat allergen (menimbulkan alergi dan iritasi) hingga menyebabkan kemandulan, teratogen (cacat janin), menyebabkan ketidakseimbangan hormon, bahkan bersifat karsinogen (menyebabkan kanker).

Apabila memungkinkan, prioritaskan produk organik karena organik adalah tahap terbaik pertanian berkelanjutan. Sebagaimana kita ketahui penggunaan bahan kimia dalam pertanian juga telah mencemari tanah, air dan udara serta telah memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia (Salah satu artikel rilisan IPB mengenai pestisida dapat dilihat disini). 

3. Minimalkan limbah. Limbah yang dimaksud bukan hanya limbah yang dihasilkan pada saat produksi namun juga limbah kemasan. Ketahui secara jelas bagaimana suatu barang diproduksi, dan pilih produk dengan kemasan yang ramah lingkungan. Prioritaskan yang menggunakan kemasan compostable (dapat dikomposkan) atau reusable (dapat dipergunakan kembali). Apabila tidak memungkinkan, pilih yang dapat di daur ulang (recycleable). Akan tetapi mengingat minimnya sarana dan prasarana daur ulang di Indonesia, maka jadikan ini pilihan terakhir. Usahakan untuk tidak menghasilkan limbah yang tidak dapat dikomposkan atau di daur ulang.

16

Jul

2018

Switching Energy! Berbagi Literasi bersama Yayasan KOI

Posted by Dewina Sugianto
Switching Energy! Berbagi Literasi bersama Yayasan KOI image

Dengan akses informasi yang tidak sebaik di perkotaan, sebagian besar anak-anak di daerah sentra produksi mendapatkan wawasan dari buku dan bahan bacaan lainnya. Akan tetapi, mereka cenderung mengalami kekurangan literasi ini. Di sisi lain, jumlah literasi sangat melimpah di kota besar namun tidak termanfaatkan dengan baik.

Sebaliknya, akses terhadap produk sehat dan ramah lingkungan lebih mudah didapatkan di perdesaan dibanding di kota besar. Akan tetapi, kelimpahan ini tidak disertai dengan kemampuan pemasaran yang baik.

Melalui Switching Energy, Yayasan Komunitas Organik Indonesia (YKOI) mencoba menyeimbangkan kedua hal tersebut dengan menjembatani kebutuhan masing-masing daerah, YKOI mengumpulkan kelimpahan literasi dari perkotaan dan menyalurkannya ke perdesaan di daerah sentra produksi. Dan membantu para petani serta perajin produk sehat dan ramah lingkungan untuk dapat memasarkan produknya ke kota-kota besar.

Buku buku bekas yang masih layak namun tidak lagi anda manfaatkan dapat disalurkan melalui kami, Yayasan Komunitas Organik Indonesia (YKOI) dengan mengirimkannya ke :
HQ Komunitas Organik Indonesia
Rukan Permata Senayan A16
Jl. Tentara Pelajar, Kebayoran Lama
Jakarta Selatan 12210

CP : Tiffany Witha (0816.132.0020)

Berikut adalah sebagian dokumentasi kegiatan YKOI yang telah berlangsung 

Switching Energy - SD BOPKRI

Switching Energy - Taman Baca

Switching Energy - Singkong

Switching Energy - PAUD Getas

Switching Energy - Buddha

Switching Energy - Gula Semut

14

Jul

2018

SAVE THE DATE! For Sustainable Foods Summit 2018

Posted by Dewina Sugianto
SAVE THE DATE! For Sustainable Foods Summit 2018 image

Sustainable Foods Summit Returns to Singapore
The 2nd Asia-Pacific edition of the Sustainable Foods Summit will take place in Singapore on 4-5th September. The executive summit will tackle some of the pressing sustainability issues in the regional food industry.

Session 1: Sustainability Update
- Eco-labels: update & outlook
- Improving food security  
- Urban farming for sustainble cities
- Measuring impacts of foods
- Addressing water footprints
- Sustainability: MNC case study 

Session 2: Advances in Food Ingredients
- Blockchain for traceability
- Novel sources of proteins
- Ingredients from side streams
- Biodiversity impacts
- Innovating with new ingredients
- Future projections 

Session 3: Marketing Developments
- Community supported agriculture
- Retailing to the vegan lifestyle
- Marketing plant-based products
- Sustainability in foodservice 
- Retailers' perspectives 
- Consumer behaviour

Session 4: Sustainability in Packaging
- Impacts of packaging waste
- Measuring packaging footprints 
- Sustainable material developments
- Advances in eco-design approach
- Green packaging innovations
- Raising adoption rates

Who should attend? 
The Sustainable Foods Summit is devised for key stake-holders in the food industry, including:
- Food manufacturers
- Raw material & ingredient companies
- Retailers & distributors
- Packaging companies
- Industry organisations
- Certification & inspection agencies
- Academics, researchers & consultants
- Other stake-holders

Click here to get the detailed summit agenda

Sponsorship & exhibition
Senior executives from the regional food industry will be participating, enabling sponsors to target key decision-makers. A number of sponsorship / exhibitor opportunities are available. More details are on the web page

Registration
Special rates are available to small firms, NGOs, group bookings and academics.
For immediate attention, please contact ;

Alexia Roy at +44 20 8567 0788 
or email: services@ecoviaint.com

http://sustainablefoodssummit.com/asia/

SPONSOR SFS 2018

13

Jul

2018

White Flower Label Curation Program

Posted by Dewina Sugianto
White Flower Label Curation Program image

White Flower Label adalah program kurasi yang disusun oleh Komunitas Organik Indonesia dan dikelola oleh Board of Consultancy dan Advisory (BoCA).

Kurasi WFL bertujuan melindungi konsumen dari klaim palsu yang biasa dilakukan produsen, yang menyertakan kata "organik", "alami", "sehat" dan "ramah lingkungan" untuk sekedar menarik minat pasar padahal produk yang dijual tidak memiliki kriteria tersebut. Tindakan 'false advertising' atau 'greenwashing' ini umum terjadi di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Kurasi WFL dilakukan per produk. Artinya, dalam satu produsen bisa saja hanya sebagian produknya yang lolos kurasi akan tetapi produk lainnya tidak.

Dalam kurasi WFL, suatu produk dapat dikategorikan sebagai "Organic" atau Organik, yaitu untuk produk mentah yang benar memiliki sertifikasi organik dan diverifikasi kembali keabsahan praktek pertanian organiknya. Untuk produk yang tidak memiliki sertifikasi maka dapat diperkenalkan sebagai produk bebas pertisida (pesticide free), bebas bahan kimia (chemical free farming), hasil pertanian berkelanjutan (sustainable farming) atau 'organic practice'.

Produk-produk yang memiliki kriteria "Healthy" atau Sehat yaitu produk olahan yang pada proses pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Untuk kriteria ini, terbagi menjadi dua subkategori yaitu kurasi produk makanan dan kurasi produk perawatan kulit (skincare).

Untuk produk olahan makanan, tidak boleh menggunakan bahan tambahan artifisial dan bukan berasal dari tanaman GMO (Genetically Modified Organism). Secara umum, bahan tambahan yang dimaksud adalah 4P yaitu :

  • Pemanis buatan
  • Pengawet sintetis
  • Perasa sintetis
  • Pewarna sintetis

Selain itu, ada beberapa bahan lain yang tidak diperkenankan, yaitu :
Forbidden List - Food Criteria

Sedangkan untuk kriteria skincare, bahan-bahan yang dilarang lebih kompleks. Dan jenis bahan-bahan ini akan terus diperbaharui setiap waktu. Untuk kurasi yang berlaku saat ini adalah :

Forbidden List - Skincare v 9106

Kriteria terakhir adalah "Green" atau Ramah Lingkungan. Kriteria ini diberikan untuk barang-barang non-konsumsi yang dibuat menggunakan bahan baku ramah lingkungan, dengan proses yang ramah lingkungan dan juga untuk kemasan yang ramah lingkungan. Beberapa contoh produk yang masuk kategori ini adalah kriya kain dengan pewarna alam, kantong belanja non-plastik (misalnya terbuat dari singkong atau jagung) dan peralatan lain yang terbuat dari material yang dapat dikomposkan.

Sementara ini, belum terdapat list produk yang dipublikasi terkait dengan kurasi WFL. Status suatu produk dapat ditanyakan kepada kami. Kami telah memberikan plakat WFL kepada produsen yang produknya telah lolos kurasi, hal ini dapat ditanyakan kepada produsen terkait. Plakat WFL yang asli memiliki pola garis-garis hitam putih dengan logo WFL berwarna emas di sebelah kiri atas.

Semua produk yang dijual di Organik.id dipastikan telah lolos kurasi WFL.

17

Nov

2017

Sustainable Foods Summit | New Horizons for Eco-Labels and Sustainability

Sustainable Foods Summit | New Horizons for Eco-Labels and Sustainability image

For the first time in Asia, an executive summit will focus on eco-labels and sustainability in the food industry. Hosted in Singapore on 28-29th November, the premier Asia-Pacific edition of the Sustainable Foods Summit will feature health and wellness trends, sustainable agriculture, retailing and marketing best-practices, organic market potential, plant-based proteins, developing local markets, adding social value, clean label developments.

What developments are occurring in the Asian organic food market? What are the lessons from industry pioneers? With supply falling short in other regions, what are the opportunities in the global arena? What are the environmental, social, and health risks of food fraud? Such questions will be addressed in a high-level forum.

AGENDA

DAY ONE: Tuesday, 28 November 2017
Conference sessions on Sustainability Developments and Organic Market Potential

DAY TWO: Wednesday, 29 November 2017
Conference sessions on Health Impacts and Ingredients for Sustainability

Organised by Ecovia Intelligence, the Sustainable Foods Summit is a climate-neutral event. The carbon footprint of the summit will be determined by calculating the carbon and greenhouses gases.

More info on : http://sustainablefoodssummit.com/asia/
Email              : info@sustainablefoodssummit.com
Tel.                   : (44) 20 8567 0788

6

Apr

2017

The Community Behind Organik.id

Posted by organik.id
The Community Behind Organik.id image

Organik.id is a community based e-commerce, managed by Komunitas Organik Indonesia (KOI) – Organic Community of Indonesia

KOI is built as the concern about Indonesian people quality of life. From what they eat, what they do and what they feel.

Founded in 2008 with the name CIQHaL: Community of Indonesia’s Quality & Healthy Living, Komunitas Organik Indonesia now has grown to be the largest organic community in Indonesia.This community emphasizing in organic as a way of living, not only food nor other consumer goods. It involves in every aspect in life. Organic Heart, Organic Mind.

Now with their own capacity, KOI gathers all farmers, producers, activists, consumers and fans of Organic, Green and Healthy Living in Indonesia. Together we are building a better Indonesia and a better world.



Indonesia as a better place with good quality and healthy living standard for every people.

  • Gather all Indonesian people who concern about Organic, Green & Healthy Living
  • Educate people to improve their life with good quality and healthy living standard
  • Provide Organic, Green & Healthy products and services to Indonesian people, and to the world,
  • Share Indonesia's natures gift for every people.




1) 4P Platform: People, Planet, Profit & Patriotic

People: Promote small producer’s wealthy, healthiness of consumers & educate every people

Planet: Preserve environment & defending biodiversity

Profit: Sustainability of enterprise / cooperative as basic foundation

Patriotic: Prioritizing national creations & products

2. OGH Products & Services

ORGANIC, an organic & naturally produced food and other consumer goods

GREEN, environmental friendly & preserving nature

HEALTHY, promoting healthiness of consumers and environment as well

for more information, go to :
www.komunitasorganikindonesia.org

1

Apr

2017

Local, Organic, Curated.

Posted by organik.id
Local, Organic, Curated. image

Organic means working with nature, not against it.

The term “organic” can only be used on products that are grown and produced without pesticides, and other harmful chemicals. Organic food comes from trusted sources. Any food products labelled as organic must meet a strict set of standards which define what farmers and food manufacturers can and cannot do in the production of organic food.

All organic produce must be grown on soil that has been free of synthetic fertilizers and pesticides for three years prior to harvest with similar regulations in place for organic meat production. In order to be designated organic, animals have to be raised in living conditions that accommodate their natural behaviors and be given a diet that is exclusively organic, with administered antibiotics and hormones also prohibited in order for an animal to qualify as organic.

Natural foods can include organic foods, but not all natural foods are organic. All organic foods are required to be certified under an organic certification program.

To ensure our customers get the real organic products, all of our products must pass White Flower Label, a curation program held by Board of Consultancy & Advisory of Komunitas Organik Indonesia, the biggest organic community in Indonesia.

To pass WFL curation, a product must be free from artificial flavors, artificial food colorants, artificial preservatives and artificial sweeteners. Also, all products must not made from Genetically Modified Organism.

By buying products from organik.id you are not only supporting yourself to get better food (and better life in general). You also support more than 500 local farmers and artisans throughout Indonesia.